Seputarbanua.com, Barito Kuala – Pemerintah Desa Tatah Masjid, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, melakukan studi banding ke Desa Karya Baru, Kecamatan Barambai, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan mempelajari pengelolaan usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur serta pemanfaatan limbahnya.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tatah Masjid, Meri Apriansyah, bersama perangkat desa dan pengurus Bumdes.
Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala Desa Karya Baru, Sugiono, yang juga menjabat sebagai penasihat Bumdes setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menjelaskan bahwa Bumdes Karya Baru memiliki dua unit usaha utama, yaitu jasa panen sawit dan peternakan ayam petelur.
Menurutnya, usaha ayam petelur ini telah berjalan sekitar empat bulan dan sudah mampu memberikan keuntungan bersih sekitar Rp14 juta.
“Kami merasa bangga atas kunjungan dari Desa Tatah Masjid. Usaha ayam petelur ini kami jalankan karena hasilnya rutin setiap hari dan mudah dipelihara. Bahkan penjualan telur dan kotorannya pun laku keras,” ujar Sugiono.
Sugiono menambahkan, usaha ayam petelur memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar, karena harga telur yang dijual Bumdes lebih murah dibanding harga pasar.
“Harga telur di Bumdes kami lebih murah dari pasaran. Misal harga telur sekitar Rp55 ribu per rak, sementara di pasar bisa mencapai Rp60 ribu. Jadi masyarakat lebih memilih membeli dari Bumdes, dan setiap hari telur selalu habis,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tatah Masjid, Meri Apriansyah, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi ajang belajar dan inspirasi bagi pihaknya untuk mengembangkan usaha serupa di desanya.
“Kami melihat langsung bagaimana Bumdes Karya Baru mengelola ayam petelur dengan baik. Insya Allah di tahun 2025 ini juga kami akan mengembangkan unit usaha serupa melalui program ketahanan pangan,” ungkap Meri.
Ketua Bumdes Tatah Masjid, Ahmad Kusasi, menuturkan bahwa pihaknya banyak memperoleh wawasan teknis mulai dari pengelolaan kandang, pemberian pakan, hingga sistem penjualan hasil ternak.
“Kami berharap Bumdes Tatah Masjid bisa meniru keberhasilan Bumdes Karya Baru. Ini menjadi langkah awal agar desa kami juga punya unit usaha produktif yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Melalui studi banding ini, diharapkan kerja sama antar desa di Kabupaten Barito Kuala semakin erat, sekaligus memperkuat semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Bumdes berbasis potensi lokal.
Editor: Reza






