Jumat, 13 Maret 2026
spot_img

Dari Filipina ke Banjarmasin, Joan yang Menyeberangi Lautan Demi Ilmu

SEPUTARBANUA.COM, Banjarmasin – Semangat  dan keberanian menjadi modal gadis muda asal Filipina, Joan Budiman Mahalong, menyeberangi lautan dari Provinsi Mindanau menuju Kalimantan Selatan. Tujuannya satu, menuntut ilmu di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Untuk bisa sampai di kampus yang berada di tepi Sungai Martapura ini, Joan harus menyeberangi lautan dan meninggalkan tanah kelahirannya ribuan kilometer jauhnya.

Gadis kelahiran 2002 ini  kini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, setelah mendapatkan beasiswa dari ULM. Bagi Joan, kesempatan ini adalah langkah besar yang mengubah jalan hidupnya.

“Saya sangat senang bisa kuliah di Banjarmasin. Selain sistem pendidikannya bagus dan fasilitasnya lengkap, saya juga mendapat banyak pengalaman baru yang tidak saya dapatkan di Filipina,” tutur Joan dengan senyum hangat.

Baginya  keputusan itu bukan perkara mudah, namun tekadnya kuat. Ia ingin mencari pengalaman baru dan memperdalam ilmu di negeri yang sejak kecil sudah akrab dengannya.

Joan merupakan lulusan Sekolah Indonesia Davao, sebuah lembaga pendidikan di Filipina Selatan yang memang mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia. Dari situlah tumbuh kecintaannya terhadap negeri ini.

“Di sekolah kami banyak pelajaran tentang Indonesia, bahkan salah satu bahasa pengantar yang digunakan juga bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Rasa cinta itu membuat Joan dan kedua saudaranya memilih Indonesia sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.

“Saya tiga bersaudara, dan semuanya kuliah di Indonesia. Adik saya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kakak saya di Ganesha Bandung,” jelas gadis berhijab ini bangga.

Selama tinggal di Banjarmasin, Joan tak hanya belajar akademik. Ia juga mendapatkan  pengalaman sosial yang memperkaya pandangannya.

Setelah lebih dari tiga tahun tinggal di Banjarmasin, Joan merasa Indonesia bukan lagi negeri asing. Ia telah jatuh cinta pada suasananya, budayanya, juga keramahan orang-orangnya.

“Masyarakat Banjar itu ramah dan suka menolong. Aku suka sekali tinggal di sini, orang-orangnya friendly dan sangat agamis,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mulai jatuh cinta pada cita rasa kuliner khas Banjar.

“Rata-rata kuliner Banjar rasanya manis, kalau di tempat kami lebih banyak asin dan asam. Tapi lama-lama saya jadi ketagihan, apalagi saat bulan Ramadhan kue-kue Banjar enak semua,” katanya sambil tertawa.

Joan merasa Indonesia sudah seperti rumah kedua. Bahkan, ia berencana menetap di sini setelah lulus nanti.

“Mungkin setelah lulus saya pulang dulu menjenguk orang tua dan keluarga dan berencana kembali lagi ke Indonesia,” ungkapnya.

Kecintaannya pada Indonesia semakin kuat karena sebagian keluarganya juga telah menetap di tanah air.

“Saya punya beberapa keluarga di Manado, mereka sudah menjadi warga negara Indonesia. Mereka senang dan bahagia menjadi bagian dari Indonesia. Saya ingin seperti mereka,” tambah Joan.

Joan bukan satu-satunya mahasiswa asal Filipina yang kuliah di ULM.

“Ada 15 orang dari sekolah kami yang juga mendapat beasiswa di ULM, mereka kuliah di berbagai jurusan,” sebutnya.

Kisah Joan menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan mampu menembus batas negara dan budaya. Dengan tekad dan keberanian, gadis Mindanau ini menjadikan Banjarmasin bukan sekadar tempat belajar, melainkan tempat untuk tumbuh dan bermimpi.(Arya)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles