SEPUTARBANUA.COM, Banjarbaru – Manajemen Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kebandarudaraan.
Menjelang akhir tahun 2025, Bandara Internasional Syamsudin Noor melakukan penataan ulang alur penumpang dan kendaraan sebagai bagian dari strategi peningkatan pelayanan di tahun mendatang.
Momentum akhir tahun dimanfaatkan sebagai ajang refleksi atas pelayanan dan fasilitas bandara, seiring meningkatnya aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang, khususnya pada kuartal keempat 2025.
Kehadiran kembali penerbangan internasional turut menjadi pemicu penting dilakukannya sejumlah langkah korektif dan inovatif.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menjelaskan bahwa bandara ini sejak awal dibangun dengan mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Kalimantan Selatan.
“Bandara Internasional Syamsudin Noor mengusung arsitektur yang terinspirasi dari bentuk intan dan perahu jukung, sebagai simbol kearifan lokal Bumi Lambung Mangkurat. Hal tersebut terlihat dari sudut-sudut tegas dan alur bangunan yang meliuk,” ungkap Millyas.
Sejalan dengan konsep tersebut, pihak manajemen kini menata ulang alur penumpang dan kendaraan agar selaras dengan desain arsitektur sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.
Perubahan alur ini berlaku untuk area kedatangan dan keberangkatan. Bagi penumpang rute domestik yang baru tiba, alur tetap diarahkan keluar melalui pintu kaca kedatangan domestik ke arah kiri.
Di sisi luar pintu tersebut, pengunjung akan disambut instalasi ikonik baru bertuliskan “Banua” yang mengusung warna khas Kalimantan Selatan serta bahasa Banjar. Instalasi ini diharapkan menjadi landmark baru sekaligus spot berfoto bagi para pelancong.
Selain itu, alur kedatangan terbaru memungkinkan penumpang domestik dan internasional bertemu di satu titik yang sama untuk pemesanan transportasi darat dan area penjemputan.
“Pengaturan ini kami lakukan sebagai upaya mengurai potensi kepadatan dan kemacetan di area kedatangan, sehingga lebih tertib dan nyaman bagi penumpang maupun penjemput,” jelas Millyas.
Sementara di area keberangkatan, suasana kini dibuat lebih ramah bagi pengantar. Para pengantar diperbolehkan masuk hingga mendekati area pemeriksaan keamanan.
Di tengah area check-in, manajemen juga menghadirkan instalasi baru berupa giant photo frame yang dapat dimanfaatkan penumpang dan keluarga untuk mengabadikan momen sebelum keberangkatan.
“Kami mohon pengertian serta dukungan dari seluruh pengguna jasa dan para pemangku kepentingan selama proses penataan ini berlangsung. Semua upaya ini kami lakukan demi meningkatkan customer journey, sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara,” tutup Millyas.(Arya).






