Jumat, 13 Maret 2026
spot_img

Didampingi Gubernur, Bupati Bahrul Ilmi Panen Raya di Ajir Muara

SEPUTARBANUA.COM, Marabahan- Bupati Batola H Bahrul Ilmi melakukan panen raya bersama Gubernur Kalsel H Muhidin di desa Baringin Jaya, Handil Paliwara, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (7/1/2026).

Panen ini sekaligus menandakan bahwa kabupaten Batola merupakan salah satu daerah penyumbang beras terbesar di Kalsel.

Terbukti, produksi beras Kalsel mengalami kenaikan 15 pesen dibanding tahun lalu, atau ini setara dengan 1,2 Ton. Jumlah ini menjadikan Kalsel sebagai provinsi tertinggi produksi padai se Kalimantan.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas capaian ketahanan pangan Kalsel yang terus menunjukkan tren positif.

Ia mengungkapkan, meski produksi padi dan beras Kalsel berada di peringkat 10 nasional, namun indeks ketahanan pangan daerah berhasil menembus peringkat tiga nasional, tepat di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Surplus beras Kalsel saat ini sekitar 1,2 juta ton dengan kenaikan hampir 15 persen, tertinggi di regional Kalimantan. Ini menunjukkan ketahanan pangan kita sangat kuat,” ujarnya.

Muhidin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan, mulai dari Dinas Pertanian, dukungan TNI dalam pengelolaan sawah, hingga peran Kepolisian dalam pengembangan jagung. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor utama peningkatan produksi pangan di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 produksi padi Kalimantan Selatan mencapai 1.183.000 ton atau hampir 1,2 juta ton, tertinggi di Kalimantan. Capaian tersebut diraih meski sebagian lahan menghadapi tantangan hama dan genangan air.

“Produksi padi Kalsel menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala,” jelasnya.

Selain itu, Kalsel juga mencatat prestasi dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional, menggeser Provinsi Bali setelah tiga tahun berturut-turut berada di posisi teratas. Indeks tersebut diukur dari aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi.

Ke depan, Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan produksi padi hingga 1,3 juta ton pada 2026 melalui peningkatan indeks tanam, optimalisasi lahan rawa, pencetakan sawah baru, serta modernisasi pertanian berbasis teknologi dan Brigade Pangan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel juga menyerahkan bantuan sektor pertanian dari APBD Provinsi Kalsel senilai hampir Rp2,5 miliar, termasuk dukungan pengelolaan tanaman pangan, hortikultura, serta subsidi pupuk lebih dari 20 ribu ton untuk Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan panen raya ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.( Reza)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Latest Articles